Yes, aku harus segera mengambil kesempatan untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri, bisikku dalam hati. Jika bukan sekarang, kapan lagi? Pertimbangan usia yang sebentar lagi menyentuh angka 30 semakin memperkuat tekadku untuk segera menambah ilmu di luar negeri. Perbincangan demi perbincangan terkait rencana ini selalu menjadi topik yang wajib hadir di perjalanan pulang saya dan suami. Kami sudah sepakat bahwa selama saya sekolah, anak kesayanganku, Axell yang saat ini berumur 2 tahun 3 bulan sementara akan diasuh oleh Ibu saya yang berada di Siantar. Dan Ibu saya tentunya sangat gembira dengan hal tersebut karena Axell adalah cucu satu-satunya saat ini. Sejauh ini aku telah mengirimkan aplikasi beasiswa AAS dan USAID Prestasi. Dan saat ini aku sedang mempersiapkan segala persyaratan untuk apply beasiswa LPDP. Masih ada PR menulis essay dan mengambil test IELTS :)
Wish me luck ya..hehe
Tapi, pikiran ini selalu menggelayutiku. Apakah keputusan meninggalkan keluarga untuk menmpuh pendidikan di luar negeri adalah keputusan terbaik? Apakah aku siap dengan segala konsekuensinya? Melihat wajah polos anakku di saat dia tertidur lelap kerap membuat aku menangis dan tidak bisa membayangkan meninggalkannya dalam jangka waktu 1-2 tahun pendidikan S2. Tuhan. tolong berikan aku roh kebijaksanaan dan tuntunlah aku untuk mendapatkan keputusan terbaik. Kebimbangan inilah yang mengakibatkan aku semangatku up and down, ready or not ready :(
Akhir-akhir ini, opsi baru muncul dalam pikiranku. How about bring them together with me abroad? Opsi ini sanggup menghadirkan senyum manis di wajahku. Membayangkan kami sekeluarga bermain di taman-taman yang indah, bermain bola salju, menikmati malam-malam penuh bintang and so on (padahal belum tahu keterimanya dimana..hehehe). Aku sudah mulai memperbincangkan opsi ini ke suami dan Puji Tuhan suami open minded dan mempertimbangkan opsi ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Suami hanya berpesan bahwa saat ini aku hanya perlu fokus dan fokus untuk mendapatkan beasiswa yang akan menghantarkan kami ke kehidupan yang lebih baik (Ceilehhh :) )
So, saat ini aku hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan beasiswa terbaik yang bisa menjawab kegundahan ini.
I Surrender unto You, Oh Lord...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar